Halloween party ideas 2015

Belakangan ini, istilah “berpikir positif” terdengar di mana-mana. Secara umum, pengertiannya adalah “Jika aku selalu berpikir bahwa hal itu baik untukku, stres tidak akan menghampiri.” “Jika aku selalu menanggapi secara konstruktif, hasilnya akan baik.” Bahkan di dunia medis pun, ada istilah “berpikir positif”. Jiwa dan raga tak pernah putus berdialog. Jadi, hal-hal yang ada dalam pikiran kita bukanlah konsep abstrak belaka karena diakui bahwa pikiran pasti berwujud dan aktif secara ragawi.
Jika kita menanggapi sesuatu dengan penolakan, di dalam tubuh akan muncul zat-zat yang antara lain akan mempercepat proses penuaan dan pertumbuhan sel-sel kanker. Sebaliknya, bila kita bereaksi secara positif dan bersyukur, organ memproduksi zat-zat yang akan membuat tubuh kita tetap muda dan sehat. Adanya mekanisme ini di dalam tubuh dapat dibuktikan secara medis.
 
Mengapa Berpikiran Negatif Membuat Kita Sakit?
Orang yang membiasakan diri berpikir positif juga memiliki resistensi kuat terhadap penyakit. Sementara, mereka yang senantiasa berpandangan negatif akan cepat jatuh sakit. Bahkan dengan kondisi dan gaya hidup yang sama pun, ada yang memiliki kesehatan prima dan ada pula yang gampang sakit. Meskipun konsep ini tidak selaku berlaku, cara pandang memiliki arti sangat penting bagi kesehatan kita.
Sebenarnya, zat apa yang pembentukannya di dalam tubuh bergantung pada pola pikir tersebut? Zat-zat itu secara umum dikenal dengan hormon. Hormon-hormon terpenting yang terkait dengan cara pandang adalah adrenalin, noradrenalin, beta-endorfin, dan enkefalin. .lengkapnya Dapatkan majalahnya di agen sirkulasi kami di kota anda atau toko buku Gramedia dan Gunung Agung)

 Atau berlangganan langsung disini

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.