Halloween party ideas 2015


Islam adalah agama wahyu yang diturunkan Allah untuk umat manusia. Berbagai ayat atau tanda bertebaran bukan hanya pada teks-teks Alquran tapi juga pada seluruh ciptaanNya. Allah dalam memberikan ayat-ayat Nya selalu menyajikan dengan kemasan yang sangat indah, simbolik, namun sarat makna. Dan semua itu hanya bisa dimengerti oleh hamba-hamba-Nya yang dibersihkan hatinya.

Di antara perlambang yang seringkali digunakan Allah adalah cahaya. Dalam Surat An-Nur ayat 35, Allah berfirman:
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Biasanya simbol cahaya (nur) digunakan untuk merefleksikan makna hidayah atau petunjuk. Sebagaimana sinar matahari yang menerangi bumi sehingga manusia dapat melakukan banyak hal di muka bumi. Cahaya atau petunjuk dalam Islam disebut dengan Hidayah. Oleh Allah, setiap hamba sangat dianjurkan untuk selalu meminta hidayah kepadaNya, karena hanya Allah yang memiliki dan memberikan hidayah kepada kita. Dan cara terbaik memohon hidayah kepadaNya adalah melalui ibadah shalat.

Pada dasarnya shalat adalah satu upaya bagi hamba untuk selalu memperoleh petunjuk dan bimbingan dariNya. Karena tugas manusia sebagai khalifah adalah menjaga semesta ini, maka sesungguhnya setiap manusia selalu membutuhkan bimbingan tentang bagaimana mengolah semesta dan kehidupan ini dengan sebaik-baiknya, agar memberikan kemaslahatan bagi semua pihak.

Hidayah Allah yang diberikan ketika shalat bermakna sangat luas. Hidayah atau cahaya Ilahy ini dapat berupa apa saja, menyesuaikan dengan peran kekhalifahan yang diemban setiap hamba. Terkadang, hidayah itu berupa inspirasi, gagasan, imajinasi, pemikiran-pemikiran atau kreativitas yang kemudian dapat memberikan kebahagiaan kepada sesama manusia. Akhirnya, bila setiap hamba mau merenungkan lebih jauh, apa pun profesi atau bidang yang digeluti, maka shalat dapat menjadi media efektif kita untuk mempertajam daya pikir, daya juang, daya kreatif, hingga emosi kita dalam menapaki roda kehidupan ini. Allah adalah cahaya diatas cahaya, Dia-lah yang mengeluarkan manusia dari kegelapan (dhulumat) menuju terang (An Nur). lengkapnya Dapatkan majalahnya di agen sirkulasi kami di kota anda atau toko buku Gramedia dan Gunung Agung)

 Atau berlangganan langsung disini

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.