Halloween party ideas 2015

Tiga orang musafir, bertemu dan  menjadi sahabat dalam perjalanan yang tak berujung. Lelah adalah bagian dari perjalanan mereka. Boleh dibilang, gembira dan duka mereka rasakan bersama. Kalau perlu, nangis juga barengan.
 
Hingga sekali waktu,  mereka mulai menyadari bahwa yang kini mereka miliki Cuma  sepotong roti dan seteguk air di kendi. 
Disinilah watak asli mereka muncul. Mereka mulai  berdebat dan bertengkar soal  siapa yang lebih berhak menikmati bekal terakhir itu. Karena tidak berhasil mencapai kesepakatan, akhirnya mereka memutuskan untuk membagi saja makanan dan minuman itu menjadi tiga bagian. Tentu saja  sulit mencapai kesepakatan itu karena bekal itu sangat minim. Lha, air saja tinggal seteguk.
 
Mereka terus berdebat hingga malam  tiba. Salah seorang mengusulkan agar mereka tidur saja.Awalnya usulan itu ditolak karean  satu dan lainnya saling curiga. Tapi pada akhirnya  mereka punya kesepakatan.
“Besok pagi,  orang yang  mendapatkan mimpi yang paling menakjubkan akan menentukan apa yang harus dilakukan dengan roti dan air itu. Deal or not deal?” jelasnya.
 
Dengan  agak ragu mereka pun setuju dengan usulan itu.
“ Deal.”
“ Oke.. setuju,”jawab yang lainnya.
Ketiga pengelana itu pun tidur dengan nyenyaknya. Senyum-senyum manis tersungging dari mulut mereka, seolah yakin kalau mimpi itu akan datangnya.
 
Waktu berputar hingga  matahari mulai munyembul di ufuk Timur, menggeser  malam menjadi pagi. Ketiganya pun bangun dengan  sumringah. Dan tanpa tedeng aling-aling mereka mulai menceritakan mimpi mereka.
“Inilah mimpiku,” kata yang pertama. “Aku berada di tempat-tempat yang tidak bisa digambarkan, karena begitu indah dan tenang. Aku berjumpa dengan seorang bijaksana yang mengatakan kepadaku, ‘Kau berhak makan makanan itu, sebab kehidupan masa lampau dan masa depanmu berharga, dan pantas mendapat pujian,”katanya bangga. Kedua orang lainnya menunjukan wajah tak setuju.
“Aneh sekali,” kata musafir kedua menunjukan ketidaksetujuannya.
“ Aneh, apa maksudmu?” tanya musafir pertama tidak senang dengan pandangan musafir ke-2.
“Sebab dalam mimpiku, aku jelas-jelas melihat segala masa lampau dan masa depanku. Dalam masa depanku, kulihat seorang lelaki maha tahu, berkata, ‘Kau berhak akan makanan itu lebih dari kawan-kawanmu, sebab kau lebih berpengetahuan dan lebih sabar. Kau harus cukup makan, sebab kau ditakdirkan untuk menjadi penuntun manusia,” jelasnya dengan penuh bangga dan egois.
Kedunay  lantas berdebat keras disaksikan musafir ketiag yang cuam  cengar cengir saja.
”Heh, kenapa  kamu cengar cengir?” hardik musafir ke satu.
”Memangnya apa sih mimpimu?” selidik musafir kedua.
Musafir masih senyum-senyum saja. Lalu kedua musafir itu menanyakan lagi mimpi musafir ketiga.
“Terus kamu sendiri mimpi apa?” tanya musafir kedua.
“ Aku lihat kamu tenang-tenang saja. Mimpi apa kamu?” pinta musafir kedua.
Musafir ketiga pun menceritakan mimpinya.
“begini ceritanya. Dalam mimpiku aku tak melihat apapun. Tak ada kata sedikit pun. Aku hanya merasakan suatu kekuatan dahsyat yang memaksaku untuk bangun, mencari roti dan air itu. Lalu memakannya dengan penuh kenimatan di situ juga. Nah, itulah yang kukerjakan semalam.”
Musafir pertama dan kedua kaget dan  bengong mendengar cerita mimpi musafir ketiga.
“Hah…?” keduanya tercekat.
 
Inilah potret 3 manusia yang mempunyai ego yang sangat tinggi. Mereka hanya memikirkan diri sendiri, tanpa mau memikirkan orang lain. Bagi mereka kesenangan sendiri lebih berarti daripada kebaikan  orang lain. Demi mendapatkan keinginan mereka rela melakukan apa saja, bahkan sampai menjual harga diri. Seakan-akan dirinya  paling benar. Gambaran orang-orang egois ini nyatanya masih bertebaran disekitar kita. Wan, dari pelbagai sumber)

Untuk lengkapnya, dapatkan majalah Al Khusyu' disini (Isi Formulir Belanja) atau hubungi agen sirkulasi terdekat atau telpon langsung ke:  Jln Kemang Sari IV No 5 Jatibening Baru Pondok Gede Bekasi Telp 021-849 78843 / 021-849 78836

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.