Halloween party ideas 2015

Lia, demikian Berliana Febryanti biasa dipanggil, wanita kelahiran Jakarta 21 Desember 1973 ini dikenal lewat debutnya di sinetron “Noktah Merah Perkawinan” yang di tayangkan Indosiar pada tahun 1990-an, sehingga akhirnya sutradara kawakan Garin Nugroho mempercayainya untuk mendukung film “Puisi Tak Terkuburkan” di tahun 2000. Dimana ketika itu, Lia menjadi seorang wanita Aceh yang meng­hadapi banyak cobaan dan teraniaya.
 
Dari situ karir dari istri Teuku Muhammad Revikashah ini pun kian melambung, selain sebagai bintang iklan dan sinetron, dia juga mendukung film yang diangkat berdasarkan peristiwa Tragedi Semanggi November 1998, berjudul “Kutunggu Di Sudut Semanggi” yang bercerita tentang fakta sebenarnya yang terjadi di Jedmbatan Semanggi.
 
Hingga sekarang selain sibuk berakting, jadi presenter dan bintang iklan, wanita jebolan S2 Manajemen Komunikasi UI ini, juga mencoba menjajal ilmu akademisnya yang selama ini belum pernah teraplikasikan dalam kehidupan. Beri­kut obrolan Al Khusyu’ dengan ibu dari Muhammad Revanza Revikashah dan Cut Shayla Azalea Revikashah ini:

Seperti apa anda melihat Islam di Indonesia saat ini? 
Kalau islam saat ini di indonesia, berkembang baik sekali. Ya mungkin akhirnya banyak yang mengkategorikan islam ini islam itu, aliran ini aliran itu. menurut saya itu kembli kepada individunya masing masing. Muslim itu menurut saya tidak bisa di kotak kotakan gitu, karena semua kan memiliki tujuan yang sama di jalan Allah, jalan yang lurus. Kalau jalannnya pakai jalan yang berbelok belok, ya saya rasa itu mungkin bukan berjalan di jalannnya Allah. Saya tidak mau mengomongkan Islam itu menurut pandangan sekelompok orang, islam itu seperti ini seperti itu. Cuma yang saya yakini islam itu satu, agama yang saya anut. Yang memang mewajibkan ummatnya berjalan di jalan Allah, karena Allah sudah berfirman kalau mau bertemu dengan Allah, ya ikuti petunjuk Nya, berjalan di jalan yang lurus.

Bagaimana perkembangan pemahaman orang tentang Islam saat ini?
Saya melihat dari sisih diri sendiri, saya mengenal islam dari lahir, karena keluarga saya islam, tapi mendalaminya baru setelah dewasa dan sifatnya individu sekali. Saya bersyukur sekali dengan saya dilahirkan sebagai muslim, jadi tidak dari nol lagi saya mengenal islam, walaupun memang sudah telat untuk tahu islam secara luas. Kesadaran itu baru timbul pada usia yang sudah dewasa, kalau mengaji ya mengaji saja, sahalat juga begitu. Tapi setelah dewasa perlahan mulai mencari dimana nikmat dan indahnya Islam. Jadi kalau kita sebagai muslim tidak bisa merasakan nikmatnya sebagai muslim harus lebih banyak lagi mengenal Islam.

Akhir akhir ini image kekeraan sering melekat pada Islam menurut anda? 
Tergantung, keras dalam hal apa, untuk hal hal yang prinsip dalam Islam seperti masalah akidah ya bisa saja. Tapi kalau keras itu menyangkut jihad, itu harus dikaji lagi, bagaimana jihad yang sebenarnya dan seperti apa bentuknya. Lagi pula sekarang tidak bisa disamakan dengan zaman dulu, dimana masalah dan persoalan belum sekomplit sekarang, dulu tidak ada majalah yang berbau pornografi, begitu juga dengan media audio visualnya tidak sebanyak sekarang, jadi norma norma etika dan moral juga bisa lebih terjaga. Tapi dalam kondisi sekarang semua sudah jadi terlalu bebas dan susah di kontrol........................

Untuk lengkapnya, dapatkan majalah Al Khusyu' disini (Isi Formulir Belanja) atau hubungi agen sirkulasi terdekat atau telpon langsung ke:  Jln Kemang Sari IV No 5 Jatibening Baru Pondok Gede Bekasi Telp 021-849 78843 / 021-849 78836

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.