Halloween party ideas 2015

Shalat merupakan kunci  utama untuk membangun kepribadian seorang muslim sejati. Manusia akan gagal menggali potensi fitrahnya, jika tidak dilandasi dengan shalat. Begitulah pendapat Menteri Pembangunan Sumber Daya Manusia, Negeri Selangor Malaysia, YB Dr Hjh Halimah Binti Ali
Dr. Halimah diantara tokoh wanita Malaysia yang sangat gigih memperjuangkan pendidikan masyarakat, terutama penyadaran terhadap nilai spiritualitas. Ia sangat yakin, hanya dengan pendidikan agama yang diberikan sejak dini orang Islam akan mencapai puncak kejayaan yang paripurna.  Berikuti ini petikan wawancara Nora dari Al Khusyu’, dengan Ibu Menteri.

Bagaimanakah shalat dapat digunakan sebagai salah satu metodologi membangun
Sumber Daya Manusia ? 

Tanpa shalat ini manusia akan gagal menggali potensi fitrahnya yang suci. Proses pendidikan harus digali dari seluruh aspek dalam diri manusia. Karena manusia tidak sekadar jasad, tapi manusia juga terdiri dari ruh, akan dan nafsu. Ketiga komponen inilah yang memiliki peranan penting dan harus difungsikan sebagaimana seharusnya. Jasad berperan sebagai instrumen atau kerangka, ruh yang berhubungan dengan fitrah berketuhanan (religiusitas), akal sebagai panglima pengawas setiap tindakan baik dan buruk, sedangkan nafsu berperan sebagai chartexis, yaitu dorongan untuk melakukan kemauan. 
Ada prinsip dasar yang menjadi satu model pembangunan sumber daya insani yang disebut S.P.I.E.S singkatan dari 1) Kecerdasan Spiritual, 2) Kecerdasan fisik, 3) Kecerdasan Intelektual, 4) Kecerdasan Emosi dan 5) Kecerdasan Sosial.
Proses kedatangan manusia di dunia ini bermula dengan ditiupkan ruh ke dalam jasad yang telah disempurnakan kejadiannya selama sembilan bulan didalam rahim ibu. Kita berasal dari ruh yang suci sedangkan jasad adalah kendaraan ruh. Keduanya tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Masing-masing memilki peranan dan kecenderungan yang berbeda. Ruh berasal dari Allah, maka Ia harus didekatkan dengan Allah. Jika ruh dijauhkan dari Allah, maka ia akan sakit bahkan mati walaupun jasad kelihatan hidup. Ruh harus senantiasa akrab dengan Allah dengan banyak berzikir dan shalat agar ia menjadi kokoh dan teguh. Mengingat Allah tidak saja dilakukan ketika shalat, tetapi harus berkesinambungan saat bekerja, belajar, beramal kebajikan dan sebagainya.

Shalat khusyu’ merupakan salah satu upaya menjadikan ruhani kita tenang. Sebagaimana sabda Nabi kepada Bilal, wahai Bilal jadikan shalat sebagai istirahatnya jiwa. Karena ruhani memang makanannya adalah ingat kepada Allah atau shalat yang khusyu’. Ruh manusia akan sangat bahagia jika ia menyaksikan kebesaran Allah dan berhadapan dengan Allah. Karena ia sadar bahwa Allah merupakan sumber rizki, sumber kebahagiaan, sumber kehidupan dan masa depan. Seharusnya kita sadar bahwa ketika shalat sedang berhadapan dengan Allah dan berbicara dengan-Nya. Demikian pula setiap gerakan shalat baik rukuk, sujud dan gerakan rakaat shalat lainnya merupakan sikap penghormatan yang sangat tinggi kepada Allah, sebagaimana yang diajarkan Rasulullah saw. Jika setiap manusia menjalankan shalat dengan benar, pastilah ia menjadi orang yang baik dan sempurna.

 Untuk lengkapnya, dapatkan majalah Al Khusyu' volume 1 disini atau hubungi agen sirkulasi terdekat atau telpon langsung ke Shalat Center (021) 8497 8836

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.