Halloween party ideas 2015


Sepanjang Ramadhan tahun ini, kita tentu juga jadi akrab de­ngan wajah presenter David Chalik yang selalu mendampingi Ustadz Abu Sangkan dalam mengisi acara Oase Ramadhan yang ditayangkan secara live di Metro TV. Presenter yang memang sudah empat tahun membawakan acara-acara keagamaan ini, selain pernah bermain di beberapa sinetron, terakhir berperan sebagai seorang ustadz dalam film Tanda Tanya (2010) yang di sutradarai Hanung Bramantyo, saat ini ia juga tengah sibuk mengelola production house miliknya.
 
Di tengah tengah kesibukan syuting Oase Rama­dhan, majalah Al khusyu sempat berbincang bincang dengan pria kelahiran Jakarta, 13 April 1977 dan memiliki titisan darah Minang dari dari ayahnya A. Rahim Chalik yang berasal dari kota Bukittinggi, Sumatera Barat itu. Berikut Obrolan dengan David Chalik, seputar Kegiatannya, Silaturahim dan doa Orang tua.

Apa yang paling berkesan bagi Anda menjadi presenter acara acara religi? Meski sudah empat tahun menjadi presenter untuk acara acara religi Islam, saya sebenarnya tidak mengkhususkan diri untuk itu saja. Kalau yang berkesan, adalah mendapatkan ilmu dari guru guru dan ustadz.  Orang susah bertemu de­ngan ustadz kita dengan mudah bisa bertemu, dan belajar.

Kalau begitu pemahaman tentang Islam jadi semakin baik tentunya?Wah, kalau baik masih jauh, karena saya masih banyak belajar, masih banyak lupa, banyak khilaf, tapi, ya terus berusaha untuk menjadi lebih baik tentunya. Kalau dikatakan dengan menjadi presenter acara agama orang sudah menjadi lebih baik, itu bukan jaminan. Karena yang tahu diri kita yang sebenarnya kan Allah, selain kita sendiri.

Pernah terpikir untuk melakukan dakwah atau syiar juga? Wallahuawalam ya, tapi kalau soal syia­r dan dakwah sebenarnya semua orang muslim punya kewajiban untuk menjadi mujahid mujahid Allah dalam konteks untuk syiar dan kewajiban moral obligations. Pada saat kita mengucapkan kalimat syahadat kita kan ototmatis punya kewajiban menjalankan syariat Islam, kewajiban untuk menjaga ketentuan yang sudah Allah tuliskan dalam Al Qura’an, kalau masih belum bisa ya belajar tahap demi tahap, seperti kita baca Qur’an, bacalah dengan perlahan dan tartil.  Nah lalu muncullah kewajiban kita untuk menyampaikannya juga kebenarannya pada orang lain. Jadi buat saya siapapun umat muslim, pasti punya kewajiban yang sama untuk bisa syiar agama Allah asalkan dijaga koridor koridornya.

Kalau berkumpul dengan orang yang sholeh, kan juga ikut terbawa sholeh, bagaimana dengan Anda yang selalu bertemu dengan ustadz?He..he... Tidak tahu juga, kan mestinya yang melihat dan menilai itu orang lain atau Anda, bukan saya. Tapi kalau ditanya apa yang saya rasakan, ya tidak bisa diceritakan. Kalau cuma karena pakai peci, terus berbusana islami  seperti  ini di bilang sholeh kan bukan ukuran. Ba­nyak orang yang berpeci dan bersorban kemudian kelakuan juga tidak lebih baik, banyak orang pakai peci cuma buat asesoris, buat ronda malahan he..he..Balik lagi kepertanyaannya, apakah kita lebih baik atau tidak, menurut saya itu kembai kepada individunya.
 
Kita tidak bisa men-cap diri kita lebih baik, karena yang tahu itu hanya Allah. Bisa jadi kita merasa sudah shalat, sudah zakat, sudah beribadah dengan sebaik baiknya, tapi ketika kita mendapat suatu ujian kita tidak bisa sabar dan ikhlas, atau bisa jadi merasa benar sendiri, merasa paling tepat , paling baik, ya sifat ego itu saja sudah menunjukan seperti apa kita yang sebenarnya kan?

Karena mau lebaran, apa artinya silaturahim bagi Anda?Silaturahim adalah bagaimana kita bisa menyambungkan kembali tali persaudaraan dan kasih sayang, terutama pada orang terdekat yaitu orang tua, istri, anak dan saudara atau keluarga inti kita.  Silaturahim adalah salah satu kewajiban kita sebagai umat muslim, karena semua umat muslim itu sesungguhnya adalah bersaudara, harus saling bertegur sapa, saling mengenal, berkasih sayang dan saling menjaga perasaan, kalau ada salah harus minta maaf.

Tapi apakah silaturahim itu memang harus dengan pulang mudik dan itu jadi penting? Iya penting, itu sangat penting, hanya saja jangan dengan memaksakan diri. Maksudnya kalau kita lagi sedang tidak punya uang, tidak ada rezki ya jangan dipaksakan untuk mudik, sekarang kan sudah ada telpon dan berbagai alat komunikasi, silaturahim dengan itu juga tidak akan  mengurangi maknanya. Tapi kalau memang ada rezki, ya sebaiknya pulang kampunglah, ada sedikit rezki kita berlebih bagi bagikan rezki itu pada saudara saudara di kampung, itu akan menambah nikmatnya  berlebaran, karena bisa berba­gi kesenangan dan kebahagiaan. 

Silaturahim dengan orang tua, tentu juga menyangkut do’a restu,  apa artinya  do’a restu orang tua bagi Anda?
Orang tua itu bagi saya keramat hidup, apa yang orang tua do’a kan itu akan dikabulkan oleh Allah, orang tua melaknat anaknya Allah akan kabulkan, orang tua mendo’a kan kebaikan bagi anaknya Alla­h juga akan kabulkan, tinggal masalahnya dikabulkan sekarang atau nanti. Banyak do’a - do’a  yang disampaikan orang tua buat anaknya ketika dia masih hidup, baru dikabulkan Allah pada saat orang tuanya sudah meninggal. Jadi do’a yang disampaikan orang tua itu akan terus berlaku walaupun orang tuanya sudah meninggal.....................


Untuk lengkapnya, dapatkan majalah Al Khusyu' disini (Isi Formulir Belanja) atau hubungi agen sirkulasi terdekat atau telpon langsung ke:  Jln Kemang Sari IV No 5 Jatibening Baru Pondok Gede Bekasi Telp 021-849 78843 / 021-849 78836

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.