Halloween party ideas 2015

Siang hari saja suasana sejuk meliputi Malang, apalagi tengah malam itu selimut dingin terasa lebih menyegarkan. Cuaca boleh dingin tapi kehangatan terpancar dari senyum cemerlang para pengurus Shalat Center (SC) Malang yang berkumpul di kediaman Wildiana Zuhrina. Begitu mendapat kabar kedatangan wartawan majalah Khusyu, pengurus SC Malang berdatangan, bahkan yang sedang di luar kota seperti Jombang atau Surabaya rela menempuh jarak jauh. Dengan ditemani lontong tahu khas Malang, liputan kegiatan SC Malang terasa lebih meriah.

Kegiatan Kompak

Kekompakan anggota SC Malang ternyata melahirkan berbagai kreatifitas kegiatan. Secara reguler mereka mengadakan pe­ngajian halaqah yang sudah berlangsung selama 5 tahun, sejak 2007. Pada dasarnya peserta halaqah mingguan ini adalah para alumni pelatihan shalat khusyu, namun peserta tetapnya berkisar 70 orang. Mereka mengaji kitab al-Khusyu fi al-shalah. Sedangkan kajian Al-Qur’an dan hadis diadakan di setiap hari Sabtu.

Tempat berkumpulnya di sebuah saung belakang rumah yang dikelilingi kolam ikan, serta hamparan rumput hijau serta pepohonan. Tak jauh dari saung tempat peserta duduk lesehan teronggok rapi bungkusan-bungkusan yang berisikan beras. Wildiana yang akrab dipanggil Ibu Ina mengatakan, “Tiap minggu ke dua kami berbagi sembako ke fakir miskin di sekitar sekretariat SC Malang.”

Setiap minggu pertama SC Malang bekerjasama dengan 8 panti asuhan berbagi kasih berupa sumbangan uang, dan beasiswa bagi 20 anak setingat SD-SMA. Juga disiapkan bantuan dana melahirkan bagi mereka yang tak mampu, dan diberi­kan pula pengobatan gratis. Selain itu juga disediakan dana talangan yang dapat dipinjam oleh peserta halaqah yang membutuhkan. 

Lantas dari mana datangnya dana membiayai kegiatan demikian padat? Ibu Ina menjawab, “Tiap peserta halaqah disediakan kotak untuk berinfak setiap hari dengan jumlah nominal bebas. Alhamdulillah kebutuhan dana selalu tertutupi. Kalaupun sering kurang, di detik-detik terakhir, ada saja rezeki yang menutupinya.”

Setiap bulan Muharram diselenggarakan family gathering bersama anak-anak asuh SC Malang, dan kian meriah karena acara itu berformat outbond. Setiap Ramadhan, SC Malang menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga zakat guna menyambangi anak-anak yatim piatu di desa-desa sekaligus berbuka bersama.

Selain itu di sekretariat SC Malang ada Sanggar Al-Qur’an tempat belajar me­nerjemahkan Al-Qur’an dengan mudah dan praktis, jumlah pesertanya sekitar 100 orang. Peserta yang terbagi dalam 6 kelas berasal dari tingkat SMA sampai ibu-ibu rumah tangga. Kegiatan Sanggar Al-Qur’an  berlangsung pada Rabu pagi, Jum’at pagi dan sore, Sabtu pagi dan Ahad pagi. 

Tidak ada kendala berarti selama menjalankan berbagai kegiatan. Mereka berpegang dengan nasehat Ustad Abu Sangkan, niat baik pasti akan dibaikkan oleh Allah, dan jangan pernah berpikir tidak bisa.

Klub Malam


Suasana kian riuh dalam tawa ka­rena membincangkan SMS Tahajud. Mereka menceritakan kejadian-kejadian lucu tatkala menerima SMS pukul 3-4 dini hari. Hebatnya, peserta SMS pengingat Tahajud ini mencapai 1.000 orang. Sayangnya ada regulasi pemerintah yang menyulitkan koordinasi ke banyak orang sehingga dikhawatirkan menghambat program bagus ini, tetapi pengurus SC Malang berprinsip setiap halangan adalah peluang untuk menjadi lebih kreatif mencari solusinya. Sejauh ini SMS Tahajud masih berjalan.

Menurut mereka, SC Malang merupakan penggebrak pertama dalam pelatihan shalat khusyu yang gratis. Pelatihan digelar di gedung pertemuan mewah hingga di kampung-kampung. Semua SMA di Malang sudah digelar pelatihan shalat Khusyu, begitu juga dengan sejumlah instansi pemerintah. “Kami adalah orang yang ingin mencari khusyu,” itulah semboyan mereka. 

Bagaimana dapat menggratiskan pelatihan shalat khusyu? Ternyata anggota SC Malang urunan saja sesuai kemampuan dan tentu saja dana yang terkumpul tidak mencukupi. Namun di akhir acara para peserta malah sukarela ikut urunan dengan mengisi kotak amal. Uniknya lagi, setiap kali mengadakan pelatihan shalat khusyu estimasi dana selalu pas dan kasnya selalu nol, tidak pernah kurang dan tidak pernah pula berlebih. 

Suka dukanya tentu banyak dan menjadi bumbu penyedap perjuangan, seperti tengah malam mencari karpet masjid untuk digelar di gedung pelatihan shalat khusyu. Pernah kejadian sehari menjelang pelatihan shalat khusyu, peserta yang mendaftar baru 60 orang. SC Malang tidak takut rugi uang, tetapi jumlah peserta yang sangat sedikit tentu membuat sedih. Apalagi tempat yang disewa adalah gedung Dome di Universitas Muhammadiyah Malang yang mampu menampung 5.000-an orang. Syukur alhamdulillah pada hari H, ribuan orang datang memadati gedung acara pelatihan. 

Kalau teman-teman SC Malang sudah setuju mengadakan acara, mereka langsung bergerak tanpa pikir panjang, ka­rena kalau ada rintangan tentu ada jalan keluarnya. Begitulah SC Malang menempa diri dalam kreatifitas kegiatan yang beragam. Mereka mengaku tidak ada guru dan tidak ada murid, “Kita adalah pembelajar sendiri!” tekad mereka.

Pelatihan itu sekilas tampak berat untuk orang lain, padahal kenikmatan tersendiri terdapat pada mereka yang mengurusinya. Letihnya hilang saat jamaah yang datang berbahagia dan ba­nyak jumlahnya. Dan ke depan, SC Malang tengah menyiapkan perpustakaan untuk anak-anak.

Kebanyakan pengurusnya adalah orang-orang yang sudah berumur, berkarir tapi bersedia melakukan yang terbaik menyukseskan kegiatan SC Malang. Mereka mau bersusah payah karena tahu manfaatnya. Mereka tidak punya struktur organisasi yang baku, semuanya dalam posisi sama dalam mengerjakan kebaikan. 

Malam kian larut seiring kabut yang mulai turun, satu demi satu berpamitan menuju peraduan, menikmati lelah yang indah dan terlelap dalam senyuman. Pertemuan-pertemuan macam inilah –termasuk rapat-rapat SC Malang- yang mereka sebut klub malam. (Yoli/foto Yoli) 

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.