Halloween party ideas 2015

AlkhusyuDoa adalah senjata orang yang beriman dan tiangnya agama serta cahaya langit dan bumi “. (HR. Hakim);

Doa adalah bentuk permohonan seorang hamba kepada Allah SWT. Doa juga menjadi salah satu cara manusia berkomunikasi dan berinteraksi dengan Sang khalik. Doa merupakan inti ibadah sekaligus menjadi senjata bagi orang-orang beriman. Doa juga menjadi kunci bagi terbukanya pertolongan Allah SWT.

 “Shalat adalah do’a…”, demikian menurut sebuah hadis. Ibadah shalat, yang dimulai dari takbir dan ditutup dengan salam, di dalamnya banyak memuat ungkapan-ungkapan yang mengandung pujian dan doa. Karena prinsipnya, shalat menjadi cara hamba untuk menunjukkan kebaktian dan permohonan kepada Sang Khalik.

Hakikat doa adalah penuntun bagi seseorang untuk mengubah dirinya agar menjadi lebih baik. Allah SWT berfirman dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 186;

 “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran “.
Al Baqarah ayat 201;

“Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka “.
Dalam Al Quran surat Al A’raaf ayat 55 Allah SWT memerintahkan umat-Nya untuk berdoa dengan sikap merendahkan diri dan suara yang lembut;

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas “.

Namun, selain keharusan berdoa de­ngan merendahkan diri dengan suara yang lembut, kita juga harus memiliki adab dan tata cara berdoa yang benar. Yakni memelihara keyakinan di dalam hati, bahwa doa kita akan dikabulkan, bersungguh-sungguh dalam berdoa, berbaik sangka kepada-Nya, dan mengulang-ulang doa sebanyak mungkin.

Sikap doa ini telah diajarkan nabi pada waktu duduk iftirasy dalam shalat, diawali memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah kita lakukan (rabbighfirli), memohon dikasihani (warhamni), memohon ditutup aib kesalahan diri (wajburni), memohon diangkat derajat hidup didunia dan diakhirat (warfa’ni), memohon dilimpahkan rejeki (warzuqni), memohon diberi petunjuk dan tuntunan (wahdini), memohon diberikan kesehatan lahir dan bathin (wa afini) dan memohon ampunan atas segala kehilafan (wa’fuanni).

Doa-doa ini diucapkan secara berulang-ulang memberikan dampak kepada mental dan spiritual seseorang apabila dilakukan dengan serius, bukan sekedar membaca. Mengapa demikian? Karena doa yang diucap­kan dengan jelas dan diulang-ulang akan tersimpan dalam memori otak si pendoa. Apabila diniatkan oleh hatinya, akan mempengaruhi respons otak yang menghantarkan impuls listrik keseluruh syaraf otak dan seluruh tubuhnya. Kalau sudah tertanam dalam pikiran bawah sadarnya, akan bekerja secara otomatis mempengaruhi gerakan otot, tulang dan organ tubuh yang lainnya. Karena otak telah diprogram secara terus menerus berupa kata-kata positif. 

Dan program inilah yang menggetarkan seluruh syaraf yang mendorong sekujur tubuh dan pikirannya untuk berbuat seperti yang telah ditanamkan berulang-ulang. Karena otak merupakan motor penggerak yang memiliki jaringan listrik yang amat rumit ke seluruh anggota tubuh manusia. Motor penggerak ini bekerja atas informasi yang ditanamkan melalui data yang tersimpan dalam memori otaknya. Data ini menghasilkan gerak reflek tanpa harus dikendalikan pikiran sadarnya.

Maka dari itu, mengapa shalat harus dilakukan dengan sadar dan mengerti apa yang diucapkan. Karena akan mempe­ngaruhi gerakan perilakunya sesuai data yang ditanamkan secara berulang-ulang tersebut. Apabila didalam menjalankan shalatnya tidak dilakukan dengan serius dan tidak diinginkan oleh hatinya, maka gerakan bawah sadarnya juga akan terjadi sesuai data yang kita masukkan dalam pikiran kita, yang disebut Neuro Linguistic Programing (NLP).

Shalat telah membentuk pikiran positif yang ditanamkan berulang-ulang dalam otak, sehingga membentuk program bawah sadar menjadi karakter tubuh dan gerakan. Apabila shalat dilakukan dengan perasaan malas, maka akan tercipta secara otomatis tubuhnya menjadi malas untuk melaksanakan shalat ketika mendengarkan suara adzan dikumandangkan. Demikian pula dengan doa yang diulang-ulang. Seluruh tubuhnya akan merespons apa yang telah tertanam dalam pikiran bawah sadarnya dan mempengaruhi perilakunya. Sehingga setiap saat dorongan alam bawah sadarnya akan berbuat seperti apa yang diinginkan dalam pikirannya. Misalnya, ketika sese­orang dalam doanya ingin mempunyai rumah atau mobil. Jika niatnya ditanamkan benar-benar dari hatinya, maka otak akan merespons niat kita tersebut sehing­ga disimpan dalam memori.

Dari memori terjadi pemrograman yang akan menggerakkan seluruh syaraf pada otak. Dan syaraf akan mengendalikan tubuh untuk berbuat secara otomatis untuk meraih apa yang dicita-citakan. Disamping itu, gelombang pikiran otak akan selalu bergetar yang dihantarkan oleh gelombang elektromanetik yang akan memancarkan energi keseluruh alam. Getaran pikiran ini akan selalu memancar tanpa henti menem­bus tanpa halangan. Sehingga dengan mudah pikiran kita ditangkap oleh pikiran yang memancar pula dari pihak yang lain tanpa disadarinya. Dan terjadilah proses hukum alam saling bertemu dalam gelombang yang sama. Pikiran positif akan bertemu dengan pikiran positif, dan pikiran negatif akan bertemu dengan pikiran negatif. Inilah yang dimaksudkan dengan The Law Of Atraction.

Di dalam berdoa, disamping pengaruh­nya terhadap mental dan tubuh, juga terjadi hubungan khusus dengan Sang Maha Pencipta. Ketika sesesorang memanjatkan doanya, ruhaninya menembus tertuju kepada pusat energi yang paling tinggi, yaitu Allah Swt. Dengan melakukan doa secara khusus dan penuh keyakinan, sesungguhnya ia sedang meraih energi Tuhan yang selalu terpancar kepada jiwa orang yang mendekati-Nya. Energi Tuhan, hanya bisa turun kepada hati yang pasrah dan merendahkan diri. Kekuatan pasrah akan menghasilkan intuisi dan kecerdasan spiritual yang luar bisa. (Abu Sangkan)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.