Halloween party ideas 2015

Alkhusyu - Bonny ~ Banowo Setyo Samodra:  Wejangan Halaqah Banyuwangi
Malam itu sekitar jam 21.00 WIB, pengajaran tidak dimulai dengan melakukan dzikir. Kita ngobrol-ngobrol saja : mengapa tidak berzikir seperti biasanya dengan ngotot sampai terjatuh-jatuh. Dalam kitab al baghawi diterangkan bahwa ibnu Umar melihat ada penduduk ‘Iraq yang terjatuh ketika berzikir, kemudian ibnu Umar berkata : ada apa ini ?
Mereka berkata ; innahu idza quri’a ‘alaihil qur’an au sami’a dzikrallah saqatha ! Apabila dibacakan Al qur’an atau mendengarkan dzirullah ia pasti terjatuh !
Berkata ibnu ‘Umar : Aku juga takut kepada Allah tapi tidak sampai terjatuh-jatuh seperti ini !!


Dan berkata ibnu ‘Umar : syetan telah mempengaruhi orang ini ! Keadaan ini tidak pernah terjadi terhadap ummat Muhammad SAW. Ummat Muhammad kalau berzikir jiwanya tetap sadar memandang kepada Allah tidak kehilangan akalnya. Sebab kalau kehilangan akal maka ia telah keluar dari syariat agama.
Sebagian dari kita pernah terjadi ketika berzikir sampai terjatuh-jatuh. Sehingga saya pernah berkata kepada kawan lama : sampean ini kalau dzikir kaya’ jaranan, keter-keter kelojotan.

Caranya nggak seperti itu mas. Coba sampean beriman dan percaya kepada Allah, menerima Allah seluruh apa yang dikerjakan Allah adalah benar, tidak akan pernah salah seluruh ketetapan Allah. Baik terhadap alam semesta maupun terhadap dirimu sendiri.
Dan engkau menerima semua sifat2-Nya Dzat dan Asma’ -Nya yag baik. Inilah bekal utama seorang pejalan menuju Allah.  Persoalan kita dengan Allah sudah selesai tidak ada lagi keluh kesah dan kekhawatiran atas perilaku Allah yang selama ini kita anggap tidak adil.
Firman Allah : Fabiayyi haditsin ba’dallahi wa ayatihi yu’minun. Dengan perkataan dan penjelasan apalagi agar kalian percaya kepada-Ku ? ( QS, Al Jaatsiyah 6).

Setelah paham penjelasan ini, kemudian untuk apa kalian datang menemui Allah dengan ngotot dan memaksa sampai terjatuh bahkan berguling-guling di lapangan ? Sementara ia berzikir sampai berteriak-teriak tidak jelas untuk apa ia memanggil yang Maha mendengar lagi Maha lembut.

  ** BBB 8 Kam JJ:35 **
 Bonny ~ Banowo Setyo Samodra: Benarkah getaran tubuhnya berasal dari perasaan takut kepada Allah kemudian mendapat  respons dari Allah yang maha suci? Mungkinkah orang yang takut kepada Allah, shalatnya tidak khusyu’, perkataannya tidak dipelihara dengan akhlak serta hatinya tetap menyimpan kebencian kepada orang lain ?

Kebencian adalah ilham dari syetan yang juga menghasilkan power yang sangat kuat, semakin benci semakin kuat. Karena iblis menghadap Allah bermodalkan kemarahan terhadap Allah atas ketidak adilan mengangkat Adam sebagai Khalifah.

Banyak orang berzikir tanpa tujuan yang jelas, untuk apa ia berzikir. Allah tidak akan menerima orang yang tidak beriman dan bersih hatinya, Allah tidak akan memanggil seseorang yang tidak menjadi perwakilan kekhalifahan-Nya.

Allah tidak perduli dengan zikirnya walaupun berguling-guling seperti kuda lumping. mengapa? Karena ia tidak memiliki hubungan khusus komitmen menjadi sarana mengabarkan kebenaran Al Qur’an dan sunnahnya serta membela kebenaran asma-asma yang husna.

(Mereka yg beriman dan percaya kepada Allah), Setiap saat ia membela apa yg dilakukan Allah sebagai takdir yang baik. setiap apa yang terjadi sebagai musibah kepada kita adalah kebaikan Allah­. Allah maha benar atas segala peren­canaannya.

Setelah penjelasan ini selesai, tiba-tiba suasana berubah . Kemudian mereka saya tanya : apa yang kalian rasakan , dan mengapa terasa ada perubahan, padahal kalian hanya duduk santai tidak berdiri ngotot sambil berteriak-teriak memanggil nama Allah yang seolah berbicara kepada yang Maha tuli.

Tiba-tiba turun pengajaran berupa daya kelembutan dan keimanan yang menggetarkan hati mereka sehingga jiwa mereka hadir tanpa ngotot tetapi dibawa dengan hidayah yang diturunkan iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in.

Perjalanan menuju Allah tidak bisa dilakukan dengan hawa nafsu dan pikiran, tetapi dengan kekuatan ridha Allah, sehingga disebut diperjalankan ( asra bi’abdihi ).

Kita dipersilahkan masuk bukan memasuki menurut kehendak hawa nafsu kita, Dialah Allah yang berhak memanggil untuk dipersilahkan hadir, bukan kemauan kita. Siapa yg dipersilahkan ?

  ** BBB 8 Kam JJ:36 **
  Bonny ~ Banowo Setyo Samodra: Adalah hamba yang bersedia menjadi pejuang mengabarkan kebenaran agama Allah, bukan ingin mengabarkan kehebat­an hawa nafsunya.  Adapun jalan menem­puh musyahadah dan makrifat adalah, lenyapnya diri ( fana), ciri-ciri orang fana, tidak ada sakit hati dalam jiwanya, tidak ada keluh kesah, tidak perduli dengan kekuatan alam ataupun kekuatan selain Allah, ia tegas dalam jiwanya untuk menetap­kan Allah sebagai sandaran hati­nya. Langkahnya akan mendapatkan ilham sebagai penuntun perjalanan makrifatnya, tanpa ilham ia tidak akan mampu menembus hijabul qalbi wa nafsi.

Jika memang mereka telah fana, maka setiap ahli ruhani pasti berada pada wilayah yang sama !! Kita berjumpa dalam kalimat, assalamu’alaika ayyuhan nabiyu warahmatullah, assalamu’alaina wa ‘ala ‘ibadillahish shalihin asyhadu an laa ilaha illallah wa asy hadu anna muhammad rasulullah.

Tidak akan ada konflik bagi ahli makrifat, tidak permusuhan bagi ahli fana, tidak ada kebencian bagi yang hawa nafsunya telah lenyap ditinggalkan dalam perjalanannya menuju yang maha suci. ( Abu Sangkan ).  sent by sms 31/5/2012

  ** BBB 8 Kam JJ:58 **
  Nora Alhamdulillah: terima kasih Ustaz atas pencerahan.

** BBB 9 Kam JJ:00 **
 Anna annur: Alhamdulillah...terima kasih ustaz pencerahannya...

** BBB 9 Kam JJ:25 **
Mas Kiano: Bu Nora, jalan kita se­suai dengan para ulama’ yang jelas dan perpengalaman dalam ruhani serta bersandar dalam Al qur’an. Saya belajar selama 26 tahun, dan kami tetap lurus sejak mulai belajar, sebab kami sudah paham al hikam, ihya’ ulumuddin dan paham Al Qur’an. Kami sudah praktekkan seluruh ajaran-ajaran guru kami namun kami tetap berjalan diatas jalan Al Qur’an dan sunnah serta  para sahabat. Kami beruntung bu Nora tidak mudah terpengaruh apapun, sebab kami mempunyai pegang­an. Sebab getaran alam, daya manusia, jin dan yang lain, bentuknya hampir sama atau seolah sama. Bagi yang bersih dan lurus akan mengetahui itu getaran berasal dari dirinya sendiri ( lihat madarijus salikin hal 44 sampai ‘ainu tahqiq pada bab ilham )

 ** BBB 9 Kam JJ:41 **
 Nora: InsyaAllah Ustaz, alhamdulillah, kami di Malaysia ini sedar bukan mudah untuk tetap kuat berada di jalan ini. Diluar sana banyak jalan mudah tapi tidak ada kesan langsung terhadap budi dan akhlak tapi jalan yang Ustaz tunjukkan jelas memberi impak langsung kepada ketulusan hati dan perubahan sikap. Hanya kami harus kuat tetap dalam posisi tamakun, kuat menjaga hubungan de­ngan Allah dan bersandar total kepada Allah. Inilah yang harus kami perjuangkan. InsyaAllah telah Allah janjikan di sebalik kesulitan ada kemudahan. Itulah yang saya dan kawan-kawan di sini yakin dan pegang insyaAllah.

  ** BBB 9 Kam JJ:46 **
  Bonny ~ Banowo Setyo Samodra:  Jalan kita telah dilakukan para ulama’ seperti  imam Al Ghazali, ibnu Qayyim, imam Al Baghawi, Imam An nafiri, para tabi’in , para sahabat menurut tuntun­an kanjeng Nabi.

Kiblat orang khusyu’ tetap ka’bah bukan yg lain : saya tambahkan dalil dari para sahabat nabi Ibnu Umar : dari sulaiman bin Sulamah mengabarkan, Yahya bin Yahya dari Sa’id bin Abdir­rahman, sungguh  Ibnu Umar berjalan bertemu dengan pemuda Iraq yang terjatuh .
Berkata Ibnu Umar : ma balin hadza ? Ada apa nih ? Qaaluu :  Innahu idza quri’a alaihi al qur’an au sami’a dzikrullah , saqatha ! Mereka menjawab : dia kalau dibacakan Al qur’an atau mendengar­kan dzikrullah langsung jatuh .

Qala ibnu Umar : sesungguhnya Aku orang yang sangat takut kepada Allah tetapi tidak sampai terjatuh !!

Wa qala ibnu Umar : inna syaithana yad’khulu fi jaufi ahadihim ; sesungguhnya syetan telah masuk kedalam jiwa mereka.

Ma kana hadza shani’u ash habi Muhammad Saw. Hal ini tdk pernah aku temui pada masa Muhammad saw. ( Kitab Al baghawi hal: 1125)  Yang dibenarkan Al Qur’an oleh hadist dan Al Qur’an : kulit dan hati mereka bergetar yang berasal dari keimanan mereka. Kemudian Allah menurunkan ketenangan dan kelembutan yg dise­but riqqah, ightanimuu du’a ‘inda riqqati fainnaha rahmah ( hadist) .

Man iqsya’rra jilduhu min khasy yatillahi ta’ala tahatat ‘anhu dzunubuhu kama yatahatu ‘an asy syajratil yabisati waraquha ( hadist) / barang siapa yg bergetar kulitnya karena takut kepada Allah maka berjatuhanlah segala dosanya seperti daun2 yang kering dari pohon yang sudah mati.

Saya mengajak kalian kembali ke Al Qur’an dan hadist, insya Allah perjalanan kalian akan selaras dengan firman-firman Allah, tidak harus lama seperti saya selama 26 tahun melakukan perjalanan. Alhamdulillah kita telah menemukan kembali kitab yg telah ditulis para ulama’ yg shaleh dan sesuai tuntunan kanjeng nabi saw. (Abu sangkan ).

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.