Halloween party ideas 2015

Alkhusyu - Sering kita mendengar kata transenden, yang di pergunakan untuk menunjukkan rasa yang dalam atau rasa rohani. Biasanya digunakan untuk menunjukkan kepada rasa iman atau rasa percaya terhadap sesuatu yang abstrak / tidak kasat mata. Dalam harfiah­nya transenden artinya sesuatu yang utama atau yang hakiki. Dan rasa iman adalah rasa yang harus dirasakan oleh kehakikian jiwa bukan kepura-puraan, atau sebatas kepercayaan pada pikiran saja. Hal ini oleh Rasulullah disebut kaum yang tunduk pada tatanan hukum syariat belum masuk ke tahapan kaum mukmin …demikian Alqur’an menjelaskan secara tuntas pebedaannya !!


“Orang-orang Badwi itu berkata : kami telah beriman. Katakanlah (kepada mereka) kamu belum beriman, tetapi katakan­lah : kami telah tunduk (Aslamna/ kami baru berislam/muslim), karena iman itu belum masuk kedalam hatimu”. ( QS. Al Hujuraat:14 )

Kata ‘aslamna’ menunjukkan sebuah pernyataan telah tunduk, artinya telah menerima semua aturan Islam secara keseluruhan (Al Qur’an dan Al hadits), akan tetapi rasa iman itu belum bisa dirasakan karena baru masuk pada tahapan percaya dalam logika kebenaran bukan keimanan (yang di rasakan dalam hati).

Hal ini saya kaitkan dengan keadaan yang dirasakan oleh orang yang sudah memasuki keimanan dalam hatinya :

“Mereka itu adalah orang - orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil , dan dari orang-orang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila di bacakan ayat-ayat Allah maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis”. (QS. Maryam:58)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati me­reka, dan apabila dibacakan kepada me­reka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman kepada Tuhannya” ( QS. Al Anfaal:2 )

Anda telah membaca kedua ayat diatas, maksudnya anda telah mendapat­kan data-data diatas dengan benar dari kitab yang suci. Untuk itu anda disebut telah mempercayai dengan logika ilmu syariat, maka anda masuk golongan yang mempercayai adanya kebenaran syariat tersebut. Orang yang mempercayai dan melaksanakan nash ini disebut muslim (telah tunduk kepada peraturan)…..

Kemudian anda mencoba untuk melakukannya lebih khusus dan dalam, sehingga anda mendapatkan karunia rasa dalam hati anda berupa getaran jiwa dan menangis tatkala disebut nama Allah …dalam hal ini telah memasuki rasa iman yang muncul dari rohani anda, ... maka anda membenarkan adanya ayat-ayat diatas dengan pengalaman langsung dirasakan oleh jiwa anda. Pengalaman rohani ini termasuk keimanan dan merupakan ciri-ciri jiwa yang telah mendapatkan ka­ru­­nia dari Allah. 

Pengalaman rohani berupa iman inilah yang saya maksud dengan transenden … yang di dalam bahasa tasawuf disebut pengalaman haqul yakin (keyakinan secara benar/haq), yaitu merasakan keimanan secara langsung dan dibenarkan oleh nash Alqur’an, ... bukan hasil dari ‘katanya’ orang lain, serta bukan dari hayalan pikiran.

Bagaimanakah cara seseorang bisa atau apa ciri-ciri seseorang yang sudah tergolong menerima Allah sebagai Tuhan secara transenden itu ?

Sudah saya sebutkan diatas, bahwa seseorang yang telah menerima data dengan lengkap serta telah melaksanakan syariat, akan tetapi belum tentu dia merasakan keimanan secara langsung dalam hatinya, karena iman yang langsung itu merupakan karunia dari Alla­h…dan harus dicapai dengan sering mendekat kepada Allah setiap saat agar Allah membukakan hati kita untuk mene­rima hidayah berupa iman itu.

Jika anda merasakan getaran dan menangis tatkala disebut nama Allah, itu merupakan pengalaman transenden, ... dan biasanya pengalaman anda dibenarkan atau di dasari oleh Al Qur’an dan dirasakan oleh pendahulu-pendahulu kita baik ulama maupun para wali-wali yang telah mengalami langsung. Pengala­man ini kadang menjadi aneh dan asing bagi yang tidak pernah merasakan, sehingga orang yang menangis ketika shalat dianggap tidak normal …bahkan ada yang secara ekstrim mengatakan bid’ah, khurafat, mistik atau klenik …

Ciri-ciri orang yang telah mengalami keimanan secara transenden, biasanya hatinya tenang…tidak mudah emosi. Hatinya selalu bergetar dan terharu di kala shalat maupun di luar shalat, kare­na hatinya selalu mengalir dzikir tak henti-hentinya … Dan dia tidak pernah merasakan khawatir dan takut … pera­ngainya lembut dan harmoni … tidak dibuat-buat. Dan di katakan jika ciri-ciri ini tidak ada dalam hati kita maka kita harus mengorek­si keadaan kita dengan ayat-ayat diatas, bahwa kita termasuk orang yang belum beriman, tetapi baru disebut ber-Islam / muslim ! karena iman itu atau ciri-ciri itu belum kita rasakan secara langsung ….

Hal ini terjadi jika kita selalu mengadakan komunikasi kepada Allah setiap saat ,baik berdiri, duduk, berbaring….Kalau kita lakukan dengan sungguh-sungguh kita benar-benar akan merasakan apa yang telah dikatakan dalam Al Qur’an itu, bergetar hatinya jika disebut nama Alla­h….

Mungkin tidak akan percaya, bahwa anda tiba-tiba merasakan ada perubahan yang tidak dibuat-buat oleh gagasan pikiran anda, ... jiwa anda merasakan kesambungan kepada Allah baik dalam keadaan sibuk sekalipun. Ada sesuatu yang mengalir dalam tubuh ini …rasa rindu dan cinta yang mendorong untuk selalu berserah kepada Allah….Anda akan merasakan secara nyata sentuhan kasih sayang itu, sejuk rasanya dan nikmat. Ada yang menuntun hati kita untuk tidak berbuat jahat, tidak marah, tidak lalai…dan lain lain. Tuntunan itu berupa suasana yang membuat kita tidak mampu berbuat jahat, tidak bisa marah, tidak keji, ... dan hati kita tidak bisa diberhentikan untuk selalu ingat kepada Allah. Ingatan itu mengalir seperti kita ingat kepada orang tua kita…tidak putus-putus !! (Abu Sangkan)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.