Halloween party ideas 2015

Alkhusyu - Bagaimana Bimbo dalam menciptakan lirik lagu, apakah ada hubungannnya dengan spiritualitas beragama?

Ada, tapi saya tidak bisa ceritakan. Tapi alhamdulillah dalam pengalaman spiritualitas itu, kita banyak mendapat­kan hal-hal yang dahsyat dan luar biasa. Dan saya tidak bisa bercerita di depan umum. Karena nanti kesannya riya, taka­bur, apalagi nanti ada yang memvonis “Wah. itu mah tidak benar”. Jadi, itu rahasia pribadi kita, dimana kita mendapatkan hal-hal yang luar biasa. Karena memang dalam agama Islam kita mesti mempercayai dua hal lahir dan batin. Yang batin itu ada, luar biasa dan menurut saya itu sangat- ind­ah dan sangat pribadi, jadi tidak dapat diceritakan ke umum.


Dalam kedaan seperti apa biasanya ilham itu datang ?

Orang awam mungkin membayangkan kalau ilham datangnya dalam suasana yang sangat serius. Kita kebetulan mendapatkan ilham justru dalam suasana santai. Jadi Allah itu sebenarnya memberikan ilham ke kita 24 jam, cuma kitanya yang tidak siap. Coba kalau kita bertawadhu 24 jam kita dalam keadaan fana itu sangat mudah Allah memberikan sinyal-sinyal kepada kita. Seperti komputer kalau on itu langsung bisa conect, tapi kalau komputernya hang, ya nggak bisa conect kan. Artinya ngga nyambung sama Allah.

Adakah cara berspiritual khusus untuk menangkap ilham itu?

 Justru dalam keadaan sendiri dan kadang-kadang berita atau inspirasi atau apapun yang bagus itu kita dapat­kan dalam suasana di luar dugaan. Jadi bukan seperti dengan bersemedi, atau nyepi, tapi saat tafakur, atau kalau kita sedang di masjid lagi berzikir. Tapi datangnya inspirasi atau ilham itu ya dalam keadaan normal, jadi bukan dalam keadaan tidak sadar.
Ya, kita berhubungan dengan Allah kan harus sadar?

 Betul, bukan dalam arti fly. Kan ada juga yang  begitu Karena ada yang menganggap seperti dalam film-film silat, itu namanya pendekar mabuk, dia  mendapatkan kekuatannya justeru saat mabuk. Tapi dalam ibadah kepada Allah kita tidak begitu, ya harus normal dan sadar.

Akang sebelumnya sudah tahu  dengan Ustad Abu Sangkan?

Sudah, saya sudah pernah mencoba metode khusyu’, kelihatannya saya belum serius dan berhasil. Jadi kesan dari beliau karena saya pakai ba­ny­ak pikiran. Memang  untuk mendapat­kan khusyu’  hanya rasa, otak itu tidak banyak campur tangan kalau otak ikut campur tangan, repot. Itu rasa. Seperti kita coba pedas atau asin itu seperti apa. Saya yakin Anda sampai jungkir balik menjelaskan asin itu apa tidak bisa, hanya lidah yang bisa merasakan. Nah, khusyu’ ini pun sama. Jadi, dalam keadaan mencapai suasana khusyu’ hanya bisa dirasakan. Nah saya belajar merasakan pakai otak dulu, nah itu yang mungkin jadi sebab tidak sampai-sampai, untuk khusyu.*** 

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.