Halloween party ideas 2015

Alkhusyu -  Tidak di sangka saat ini jamaah Shalat Center, yang pernah mengikuti pelatihan shalat khusyu dengan ustadz Abu Sangkan Singapore ada sekitar 90 orang yang terdata.  Padahal secara resmi  Shalat Center atau Little Madinah Singapore ini belum berdiri secara nyata, karena di negara yang didirikan Thomas Stamford Raffles ini untuk mendirikan sebuah organisasi keagamaan tidaklah mudah. Bahkan untuk mengadakan acar¬a pelatihan pun harus melalui izin dan prosedural yang ketat.

“ Dulu waktu pak Ustadz Abu datang itu, saya tidak  tahu prosedurnya masuk seperti apa, karena ketika itu yang me¬ngurus adalah Ibu Hamidah dan saya pun, ketika itu belum kenal dengan pak Ustadz. Namun yang sekarang ini kami berpikir untuk merangkul masjid masjid yang ada, dan mengadakan ceramah sebagai pengenalan tentang shalat khusyu. Dengan begitu nanti pihak masjid lah yang mengajukan permohonan izin masuk bagi penceramahnya,” ujar Arshad Othman, salah seorang aktifis SC Singapore ketika ngobrol ngobrol disela acara wisata spritual di Bali dan Banyuwangi bersama SC Malaysia dan Singapore pada bulan Juni lalu.

Namun yang menjadi masalah hingga saat ini, proses dan pengajuan izin ini masih tertunda, karena pihak masjid masih sibuk dengan berbagai macam kegiatan lainnya. “Activity masjid Singapore itu padat. Kadang hari sabtu hari minggu dipakai untuk kuliah agama bagi anak-anak dan dewasa. Jadi kita tidak kebagian slot. Sehingga pihak masjid pun belum sempat untuk me-follow up, pengajuan izin ini kepada pihak majelis ulama Singapore,” tutur pria yang akrab di panggil dengan Bang Arshad ini. Karena itu jamaah SC Singapore hingga saat ini berharap sekali, kalau bisa setelah Hari raya Idul Fitri atau akhir tahun ini, akan bisa melakukan kegiatan pelatihan shalat khusyu secara intens.

“Kalau kita sendiri yang mau bawa masuk penceramah, kita mau apply permit, itu saya rasa akan terlalu lama dan sulit untuk di loloskan. Tapi kalau kita dengan masjid, apalagi dengan mengajak satu atau dua ustadz di Singapore, akan lebih membuka peluang di mudahkan prosesnya,” harap beliau.
Untuk sementara ini menurut Bang Arsyad yang bisa dilakukan adalah melakukan pengenalan-pengenalan seperti apa itu shalat khusyu, sebelum mengadakan pelatihan. 

Untuk langkah langkah pengenalan ini beliau berencana akan mengun¬dang ustadz Hamid yang selama ini juga selalu ke Malaysia untuk melakukan pengajaran rutin, “dengan begitu misalnya dua hari Ustadz Hamid di Kuala Lumpur, kita akan bawa masuk ke Singapore untuk mengadakan ceramah. Ya mudahan – mudahan ini akan bisa lancar, dan diberi kemudahanlah. 

Kalau soal pembiayaan itu kita tidak terlalu pikirkanlah,” ujar Ban Arsyad antusias. Karena beliau juga melihat kalau di Singapore itu sangat kekurangan penceramah dari luar. “ya kita tunggu saja masalah proses izinnya, kalau semua sudah lolos, kita akan enak , banyak kegiatan yang bisa akan kita buat, seperti seminar, adakan ceramah, talk show sambil dinner,”pungkasnya. Rafles 

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.