Halloween party ideas 2015

Alkhusyu - ** BBB 3 Kam JJ:12 **
Mas Kiano: Mengapa akhirnya teman-teman seperjalanan saya banyak yang tidak mampu meneruskan perjalanan kepada Allah. Sebab syarat sebagai salikun tidak dipahami. Sebab tidak memiliki dasar ilmu yang cukup. Dan tidak memiliki pengalaman perjalanan ruhani, serta tidak mampu membedakan daya pikiran, hawa nafsu, realitas perasaan yang diciptakan oleh pikirannya. Jika mereka benar-benar dalam perjumpaan dengan Tuhannya, pastilah mereka dalam satu alam yang sama, dan mampu membaca ruhani kita masing-masing. Dan orang-orang yang munafik tidak akan mampu menembus wilayah ruhani yang jernih.

 ** BBB 5 Kam JJ:07 **
 Ina: Alhamdulillah,sukron ustadz Abu bimaa ‘allamtanaa.
Al-aann,fahimtu anittoriiqoti wal haqiiqoti ad-dhikr.
Afwan ust,anaa lam aqro tafsir albughowi ba’da istaroitu fi makka.

  ** BBB 5 Kam JJ:22 **
  Yan Kasiran: Ya ALLAH ampuni kami,turunkan IlhamMU, semoga kami bisa menghilangkan piikiran-pikiran palsu dan Nafsu kami dalam menemuimu,Amin

  ** BBB 5 Kam JJ:28 **
  Tatik Kasim:  ampuni kami ya Rabb....

  ** BBB 9 Sab JJ:25 **
  Bonny ~ Banowo Setyo Samodra: Obrolan ringan di Balkon wisma Semen Padang Indarung  bersama Pak Rizaldi, Pak Dasrial, pak Datuk, Pak Adi, dan Pak Marzen : Taringek’ waktu kito latihan dzikir basamo di lapangan golf jo jama’ah SC Padang. Banyak kenangan nan takasan jo sahabat lamo. Namun takadang ambo mamikirkan apo sebab generasi lamo dari angkatan kami ndak tampak yang berhasil . Padahal kami latihan cukup kareh sampai taguling-guling di lapangan sinan !! Kami juo memperhatikan kawan-kawan angkatan lamo yang lain tak tampak perubahan dan saraso lari di tampek.

Dima masalahnyo dan ba’a langkahnyo pak Abu ? Sabananyo ado rahasia nan tak dimiliki kawan-kawan seperjalanan yaitu Tamakkun murid : Wahuwa an yajtami’a lahu shihatu qashdi yusayyiruhu, wa lam’u syuhudihi yuhammiluhu , wa si’atu thariq tuwarrihuhu.

Didalam bab darajatu tamakkun dijelaskan kegagalan seorang hamba menuju Tuhan disebabkan tidak memiliki beberapa persiapan jalan pencarian (murid).

Pertama : apa tujuan kalian menuju Tuhan jika benar jelas tujuannya maka akan dimudahkan mencapai tujuannya.

Kedua : harus jelas dan terang yang disaksikan yaitu Allah sehingga kalian akan dibawanya menghadap ( dihantar untuk mencapainya).

Ketiga : luasnya Jalan (thariq) yang kalian ketahui ( berupa ilmu) sehingga perjalananmu menjadi lapang dan menjadikan jiwamu istirahat karena tidak ada kesulitan dalam menempuh perjalanan.
Perjalanan menuju Tuhan disebut murid yaitu orang yang mencari atau yang mempunyai keinginan mencari Tuhan dengan ketiga bekal diatas yang dijadikan satu. Al murid fi ishtilahy ; huwa alladzi qad syara’a fis sairi ilallah. Wahuwa fauqa al ‘abid wa dunal washil.

Al murid dalam istilah yaitu : seseorang yang sangat mudah melakukan perjalanan menuju Allah. Derajat murid ini berada diatas ‘abid ( ahli ibadah ). Kalau ahli ibadah hanya diam ditempat tanpa melakukan perjalanan menuju yang disembah.

  ** BBB 9 Sab JJ:27 **
  Bonny ~ Banowo Setyo Samodra: Pada tingkatan tamakun ini masih belum sampai (wushul kpd Tuhan ) tetapi sudah pada keadaan yang sangat siap dan pasti. Jiwanya sudah mantap, yang dilihat sudah jelas dan terang, ilmunya sudah tahu kemana harus pergi dan tujuannya juga sudah pasti.
Kebanyakan yang terjadi kegagalan sampai ada yang dua puluh tahun, bahkan lebih. Karena ia hanya menyebut-nyebut nama Allah sampai ngotot bahkan sampai tergelepar terlempar-lempar. Namun ia tidak tahu mau apa, mengapa harus memanggil-manggil Allah, ada apa ?

Seharusnya kalau ia tahu tujuannya, mau apa dan akan apa. Pasti tidak perlu bertahun-tahun dalam perjalanan.

Ada tanda-tanda bagi yang tidak berjalan. Ia tidak pernah meninggalkan hatinya yang jelek, ia masih berpikir negatif, ia masih bingung mencari sandaran hidup terhadap selain Allah, ia masih kebingungan adanya cobaan yang menimpanya, ia masih merasa berat menunaikan perintah Allah, ia senang bergerombol membuat kelompok pemecah ummat dan memusuhi orang yang sedang bertugas menjalankan perintah Allah.

Ciri yang sudah tamakkun ; ia sibuk melihat Allah, mengamati hasil komunikasinya dengan Allah serta mengikuti tuntunan ilham yang menghantarnya menuju Allah, setiap saat perubahan jiwanya mencapai kebersihan yang terang sehingga ia berada diatas jiwa.

  ** BBB 9 Sab JJ:30 **
  Bonny ~ Banowo Setyo Samodra: Ia tidak mengenal hatinya yang jelek lagi, karena ia selalu pergi meninggalkan hatinya dan badannya ( anna ruha ghairu nafsi wal qalbi) sebab ia sudah mencapai keadaan ruh yang bukan badan dan bukan hati.

Disana tidak ada kebencian sebab ruh berada pada dimensi diatas hati dan jasad. Karena benci masih terletak dalam hati. Maka bagi tingkat tamakkun, cukup memahami siapa sudah berjalan dan siapa yang masih berada dalam kubangan lumpur hati yang kotor.

Maka sang salik tidak akan mau melayani mereka yang ingin mengajak duduk beralaskan lumpur tersebut. Sedangkan ruh duduk beralaskan cahaya Ilahy yang suci.
kalau kami simpulkan mengapa perjalanan kami tidak mampu menembus hakikat keTuhanan. Sekilas saya kembali melihat kebelakang sejak tahun 1986-2012, teman seperjalanan kami terhitung sudah ribuan orang. Tetapi sudah berguguran hilang entah kemana, yang tersisa generasi tua yang sampai sekarang mereka masih mengeluhkan belum mampu menemukan yang dicari. Bahkan semakin tidak jelas, kok hanya begini-begini saja, katanya !!

Sebab waktu itu kita hanya disuruh mencari Tuhan tetapi tidak diberi tahu apa yang harus dilakukan dan  apa tujuannya,  terus untuk apa menemui Tuhan. Sungguh terkejut Hal ini dijelaskan dalam keterangan para salikun di Madarijus Salikin. Ternyata memang harus gagal dan berkubang didalam jalan yang buntu selama bertahun-tahun.

Kami tidak pernah dipanggil untuk hadir menemuinya. Disebabkan tidak jelas tujuannya, kami tidak pernah mendapat bimbingannya untuk meninggalkan pengaruh  hawa nafsu dan jasad ini. Kami tidak pernah merasakan perubahan dalam menerima ketetapan Allah yang selalu hadir disetiap gerakan nafas ini. Seharusnya kami sudah menjadi waliyullah dan menjadi pengabar kebenaran keberadaan Allah yaitu dzat Sifat, Asma’ dan Af’al Allah dengan benar.

  ** BBB 9 Sab JJ:53 **
  Bonny ~ Banowo Setyo Samodra: Tetapi kami masih seperti orang yang sibuk berkampanye politik yang saling menyalahkan kita masing-masing.  Kita harus mengevaluasi kembali apa tujuan kita menemui  Allah, apa jalan yang harus ditempuh, apa sarana menuju Allah, dengan apa kita mampu menemui-Nya, apa hasil dari pertemuan kita dengan Allah, mengapa kita tidak dipanggil untuk menemuinya.

Pelajaran selanjutnya tidak dapat kami tulis disini. Karena kami hanya ingin mengajak duduk bersama dalam pertemuan khusus dan diperuntukkan yang sudah siap menjadi salikun sejati.
( Abu sangkan ).

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.