Halloween party ideas 2015

Alkhusyu - Banyuwangi yang berada di ujung timur Pulau Jawa. Wilayah daratannya terdiri atas dataran tinggi berupa pegunungan sebagai penghasil produk perkebunan, dataran rendah  sekitar garis pantai  yang membujur dari daerah Utara ke Selatan kaya dengan hasil pertanian serta biota laut. Di daerah inilah Ustad Abu sangkan melalui masa-masa kecil dan remajanya.

Karena itu, ketika Al Khusyu berkunjung ke Banyuwangi, langsung saja rasa penasaran menyergap untuk mengetahui seperti apakah Shalat Center dan Little Madinah Banyuwangi? Untungnya Haji Suanto yang selama ini mengetuai SC Banyuwangi sedang berada ditempat. Menurut beliau di Banyuwangi perkembangan Shalat Center memang agak sedikit unik di Bandingkan di daerah lain. Banyak masyarakatyang sudah bisa mene­rima dan ada juga yang masih belum bisa menerima.

Namun begitu, ketika Ustad Abu Sangkan berkunjung ke Banyuwangi dan mengadakan semacam preview di Masjid Agung, pesertanya membludak hingga mencapai sekitar 7000 orang jamaah, Masjid Agung yang luas itu pun penuh dan sesak. Benar benar menunjukan bahwa daerah ini adalah daerahnya Ustad Abu Sangkan.

Tapi tak jauh seperti yang dikatakan H. Suanto, seminggu kemudian ada kiyai dari Situbundo yang menyatakan menolak apa yang disampaikan Ustad Abu tersebut. “Mereka menolak mungkin karena tidak paham. Waktu kita datangi de­ngan teman teman LM situbondo, ternyata beliau mengakui kebenarannya, cuma bingung saja barangkali, karena beliau sendiri belum bisa untuk khusyu. Jadi kadang kadang kendala kita disitu , jadi lumayan berat lah perjuangannya,” ujar pria kelahiran Sumenep Madura 1970 ini.

 Karena itu dalam sosialisasi ke masyarakat, SC Banyuwangi lebih suka menggunakan LM daripada SC, semua itu tentunya dilakukan agar tidak menim­bulkan benturan. Namun begitu kegiatan halaqah LM Banyuwangi  berlangsung rutin, bahklan hampir setiap malam ada halaqah . Kalau pada malam Selasa biasany­a mereka berkumpul de­ngan masyarakat umum, mengadakan istiqosah,”setelah itu baru kita masuk kepada masalah shalat dan shilatun.” Jadi mereka dari SC Banyuwangi ini biasanya keliling ke berbagai tempat tersebut secara bergantian, ada yang ke daerah Selatan ada yang ke Utara. “Masalahnya saat ini kita masih belum punya Base Camp yang presentatif,”  tambah bapak dari satu orang putri ini.

Tapi sedikit harapan dan kegembiraan meruak dari wajah beliau, ketika bercerita beberapa waktu lalu,  SC Banyuwang baru saja menerima tanah wakaf seluas 1800m, dari seorang donatur asal Banyuwangi yang berada di Jakarta. Disinilah beliau bersama teman teman berencana akan membangun Base Camp yang selalu di impikan tersebut. “Ya mudah mudahan-lah Allah berkehendak, sehabis Lebaran ini kita bisa membangun dan ini akan jadi pintu bagi masyarakat Banyuwangi untuk lebih mengenal shalat khusyu.”

Selain itu di tanah ini H. Suanto juga berharap akan di bangun sekolah, semacam pendidikan dasar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti, TPA, TPQ  dan lain lain. “Memberikan pendidikan yang bisa kita biayai untuk masyarakat sekitarnya yang tidak mampu,” karena saat ini mereka punya sekitar 50 anak yatim yang selalu disantuni setiap bulannya. Tiap tahun ajaran baru semua kebutuhan anak yatim ini dipenuhi mulai dari seragam sekolah, buku dan lainnya. “Sebetulnya banyak donatur di Banyuwangi, hanya saja kadang kadang teman teman ini tidak mau di ekspose. 

Biasanya mereka juga selalu kita undang supaya kenal langsung dengan anak yatim ini.” ungkapnya
Sementara itu di desa Wongsorejo LM Banyuwangi juga punya panti yatim, cuma yang tinggal menetap di panti ini cuma sekitar 20 orang saja, “ada dari pihak keluarga yang tidak mau anaknya menetap disana,” ujar ketua SC Banyuwangi  ini dan  berharap SC Banyuwangi akan segera bisa menyusul teman teman SC yang sudah bagus strukturnya seperti di Jogya dan Bandung. “Mudah-mudahanla­h berhasil dan mohon do’a dari teman teman semua,”  ia menutup obrolan. Rafles

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.