Halloween party ideas 2015

Alkhusyu- Dalam menulis saya ba­nyak mempunyai ide dari membaca, pengalam­an hidup, dan Al-Qur’an merupa­kan sumber yang tertinggi bagi ilham yang bisa di peroleh oleh manusia. Karena bagai­manapun juga Al-Qur’an itu kan sebuah kitab, sebuah buku kumpul­an wahyu. Sekitar 15 tahun yang lalu Chrisye menghubungi saya, dia ingin sekali saya menulis lirik lagu untuk dia. Saya dikasih deadline satu bulan. Satu minggu, dua minggu, tiga minggu saya tetap tidak mendapat­kan ide. ­Ming­gu ke empat, saya pikir ya sudahlah saya menyerah tidak menemukan apa yang mau saya tuliskan untuk lirik itu, saya akan kembalikan hari Sabtunya. Malam Jumatnya, saya memang punya ke­biasaan baca surat Yasin. Ketika saya baca surat Yasin sampai di ayat 65. Saya ter­peranjat. 


Kemudian saya katakan pada diri saya sendiri; “Ini dia. Ini yang harus saya tulis jadi lirik lagu. “
Jadi, isi dari ayat 65 itu benar-benar mengguncang saya, bahwa akan datang pada suatu hari (Yaumil Hisab), mulut yang bijak ini tidak dapat memper­tanggungjawabkan apa yang dia lakukan, karena dia bisu. Yang akan berkata-kata tangan, kaki dan lainnya. Akhirnya selesai­lah lirik lagu itu saya tulis dan senang sekali rasanya.

Tapi, terjadilah hal yang berikut ini, ketika rekaman, tidak berhasil. Karena setiap tiga baris, empat baris lirik itu di­nyanyikan, Crishsye tidak dapat menahan tangisnya. Akhirnya dia bersama istrinya melakukan shalat sunnah mohon kepada Allah agar dilancarkan rekaman itu. Sesudah shalat sunnah, berhasillah rekaman itu dengan lancar.  Jadi bagaimana kemudian proses ilham itu muncul dan masuk, hanya bisa dirasakan, tidak bisa dijelaskan, dan saya juga tidak ingin untuk menjelas-jelaskannya. Saya menganggap itu sudah jadi hadiah dari Allah buat saya.

Karena ketika ilham itu datang pun tidak ada rencana, tapi ilhamnya jelas betul ya dari ayat itu. Bukannya karena ada suatu renungan, kemudian tiba-tiba ada kata-kata terkumpul di pikiran. Begitu ayat 65 saya baca, kemudian “Nah, ini dia!” Ya, begitu saja terjadinya.

Akhirnya  waktu album dari lagu itu diluncurkan, Chrisye mendatangi saya dan memberikan amplop sebagai ­honor, saya terkejut dan saya kembali­kan. Karena saya merasa tidak berhak untuk menerimanya, karena saya me­rasa itu bukan hasil karya saya, saya hanya menjadi tempat lewat saja.  

Hingga kita berdebat dengan Chrisy­e, akhirnya Chrisye bilang ambillah ­amplop ini, dan abang banyak-banyak berdo’a meminta maaf kepada Allah. Akhirnya saya terima juga honor itu, karena kalau dibiarkan berdebat panjang, bisa jadi nanti orang menganggap saya mengada-ada karena banyak juga orang yang baca Yasin kemudian tidak mendapatkan ilham apa-apa.

Jadi sebetulnya kita banyak men­dapat dan menerima ilham macammacam, hanya kita saja yang tidak tahu dan tidak bisa menangkapnya. (Rafles)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.