Halloween party ideas 2015

Alkhusyu - Dalam Al-Qur’an Allah berfirman,
“Tuhanmu telah mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah, buatlah rumah di atas bukit dan di atas pohon kayu dan pada apa-apa yang mereka jadikan atap.” (An-Nahl: 68)

Penelitian terhadap kerajaan lebah menunjukkan bahwa lebah menempuh jarak ribuan meter meninggalkan sarangnya untuk mencari sari-sari bunga. Ketika kembali, lebah tidak pernah keliru memasuki sarang lebah lainnya. Ka­rena, Allah telah melengkapinya dengan semacam indra perasa elektromagnetik. Sesuai dengan firman Allah,

“Kemudian makanlah bermacam buah-buahan, dan laluilah jalan Tuhanmu dengan mudah.” (An-Nahl: 69)


Setelah lebah mengumpulkan sari-sari bunga di dalam perutnya, ia kemudian memprosesnya menjadi madu yang dapat menyembuhkan penyakit. Allah berfirman;
“Keluar dari dalam perutnya minuman (madu) yang berlain-lainan warnanya, untuk menyembuhkan (penyakit) manusia.” (an-Nahl: 69)

Madu yang dikatakan Al-Qur’an berkhasiat menyembuhkan penyakit, memang telah dibuktikan kebenarannya secara empirik di berbagai laboratorium. Di samping itu, para dokter menaruh perhatian yang sangat besar terhadap madu. Hal ini terbukti dengan banyaknya literatu­r-literatur atau artikel-artikel il­miah yang membahas mengenai madu.

Terobosan terakhir dalam penelitian madu adalah dengan diitemukannya zat anhipin yang memiliki fungsi unik. Zat ini berkerja menghentikan pertumbuhan mikroba kemudian membunuhnya. Hingga saat ini masih banyak hal-hal baru yang ditemukan dalam komposisi madu. Sehingga membuatnya menjadi salah satu sumber gizi yang paling istimewa bagi manusia.

Serba-serbi Lebah

Berdasarkan berbagai literatur me­ngenai lebah, para ilmuwan mencatat beberapa hal penting sebagai berikut.

a. Lebah hidup dalam kelompok-kelompo­k besar, bahkan ada yang mencapai 50 ribu ekor dalam satu kelompok. Setiap kelompok hidup di sarangnya masing-masing dan tidak pernah keliru memilih sarang ketika mereka kembali

b. Setiap dipimpin oleh seekor Ratu lebah. Ukurannya paling besar dan semua instruksinya dilaksanakan. Ada lebah jantan yang berjumlah sekitar 400-500 ekor. Ada juga lebah pekerja yang berjumlah sekitar 15.000-50.000 ekor.

c. Ketiga jenis lebah ini selalu bekerja sama. Setiap jenis telah memiliki fungsi masing-masing. Fungsi Ratu adalah sebagai “induk sarang”. Tugasnya adalah bertelur sehingga kelangsungan lebah di dalam sarang dapat dipertahankan. Lebah jantan hanya memiliki satu tugas yaitu membuahi Ratu. Sedangkan, lebah pekerja bertugas melayani ratu, melayani lebah jantan, dan melayani penghuni sarang secara keseluruhan. Merekalah yang bertugas mengumpulkan sari-sari buah dari ladang-ladang untuk kemudian diproses menjadi madu.


Lebah memiliki cara untuk berkomunikasi dengan lebah lainnya, yaitu melalui gerakan tubuh. Hal ini telah dibuktikan melalui penelitian Von Vercase yang terkenal. Melalui cara ini mereka dapat menentukan arah yang akan mereka tuju. Juga menentukan seberapa jauh jarak yang harus mereka tempuh untuk mendapatkan sari-sari bunga.

Sebelum lebah memasuki sarangnya, ia akan terlebih dahulu terbang berputar-putar di sekeliling sarangnya. Temperatur udara di dalam sarang dapat meningkat dengan cepat hingga mampu melelehkan lilin. Di samping itu, dengan ilham dari Allah lebah pekerja membangun sel-sel berbentuk segi enam di dalam sarangnya dengan bentuk dan teknik yang sempurna.

Renungkan firman Allah ini;

“Tuhanmu telah mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah, buatlah rumah di atas bukit dan di atas pohon kayu dan pada apa-apa yang mereka jadikan atap.” (an-Nahl: 68)

Para entomolog menemukan fakta yang membuktikan kebenaran ayat ini. Lebah darat membuat sarang-sarang me­reka di celah-celah dan gua-gua gunung. Lebah jenis lainnya membuat sarangnya di lubang-lubung yang terdapat di dahan pohon. Kemudian manusia membuatkan mereka sarang dari tanah atau kayu untuk mengumpulkan madunya.

Sejarah membuktikan bahwa lebah pertama kali membangun sarangnya di gunung-gunung. Kemudian di pohon-pohon dan di sarang buatan.

Morris M. dalam bukunya Hayat An-Nahlah ‘Kehidupan lebah’ berkata, “Di dalam sarang lebah terdapat empat macam ruangan. Pertama, ruangan lebah ratu. Kedua, ruangan lebah jantan. Ketiga, gudang makanan. Keempat, ruangan-ruangan kecil untuk lebah pekerja dan gudang-gudang cadangan. Ruangan-ruangan kecil ini menghabiskan 1/5 luas sarang. Selain itu, terdapat ‘ruang-ruang antara’ yang menghubungkan antara satu ruangan dengan ruangan yang lainnya. Setiap ruangan berbentuk tabung persegi enam dengan fondasi berbentuk piramida. Bentuk dan konstruksi ruangan-ruangan persegi enam ini sangat sempurna. Bahkan, jika semua orang jenius dikumpulkan, mereka tidak akan mampu menambahkan apa pun untuk menyempurnakannya.”

Imam al-Ghazali mengatakan, “perhatikanlah lebah! Bagaimana Allah beri dia ilham untuk membangun sarang-sarangnya di gunung. Bagaimana ia mampu menghasilkan zat lilin dan madu, yang satu untuk menerangi dan yang satu lagi menjadi obat. Perhatikan bagaimana ia menghisap sari bunga, bagaimana  ia menjaga dirinya dari kotoran dan najis, dan bagaimana ia patuh kepada pemimpinnya. Perhatikanlah, lebah yang mungil ini mendapatkan perhatian dari Allah, Mahasuci Allah, betapa luas Kasih Sayang dan karunia-Mu.”. Muhammad Kamil Abdushshamad (Mukjizat Ilmiah Dalam Al-Qur’an)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.