Halloween party ideas 2015

Alkhusyu - Saran saya, mintalah petunjuk atau hidayah langsung kepada Allah SWT, melalui ibadah shalat dan zikir. Bila Anda ingin terus berthariqah , jadikanlah thariqah shalat sebagai the way of life. Lakukanlan shalat dengan sungguh-sungguh, tentu Anda akan menemui Tuhan dengan selamat. Tidak ada keraguan atas thariqah yang satu ini. Keberadaan Anda dalam thariqah shalat akan diterima di seluruh kalangan umat islam. Namun setelah itu, shalat Anda tidak akan mendapatkan manfaat apa-apa, jika dalam melakukannya tidak mengerti ilmunya. Karena itu, idealnya dalam shalat juga harus mengerti dan memahami ilmunya.

Saya pribadi justru ingin melestarikan thariqah shalat. Alasannya, karena shalat merupakan mi’rajnya orang mukmin dan sebagai ajang mujahaddah (upaya pendekatan diri) secara langsung kepada Allah, tanpa harus melalui prantara siapa pun. Inna shalati wanusuki wamahyaya wa maa mati lillahi Rabbil `alamin; sesung­guhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk (milik) Allah Tuhan semesta alam.


Saya setuju dengan ilmu tasawuf kare­na tasawuf merupakan jalan rohani yang penting diamalkan. Tasawuf bukanlah ajaran baru, tetapi merupakan kumpulan amalan-amalan sunnah yang ditekuni sampai menghasilkan mukasyafah atau tersingkapnya firman-firman Allah SWT.
Dengan demikian, kalau Anda shalat, berarti thariqah kita sama. Mursyidnya adalah Allah karena Dia-lah yang menunjukan jalan rohani (baca QS. Al-Fatihah)

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sega­la puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan Hanya kepada Engkaulah kamu meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat” (QS. Al-Fatihah: 1-7)

(Keterangan tafsir: memulai membaca Al-Fatihah ini dengan menyebut nama Alla­h. Begitu pun setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah adalah nama zat yang Maha suci, Yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, Yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar-Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi peringatan bahwa Allah melimpahkan karu­nia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang Ar-Rahiim (Maha Penyayang) berpengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya. Alhamdu (segala puji). Biasanya memuji orang disebabkan perbuatan baiknya yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berarti: menyanjung-Nya karena mensyukuri segala kebaikan-Nya. Allah–lah sumber segala kebaikan.

Rabb (Tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati Yang Memiliki, Mendidik dan Memelihara. Lafal Rabb tidak dapat dipakai selain untuk Tuha­n, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah). `Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti: alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan benda-benda mati dan sebagainya. Allah Pencipta semua makhluk dan alam semesta. Maalik ( yang menguasai) de­ngan memanjangkan mim, yang berarti: pemilik. Dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan mim), artinya: Raja. Yaumiddin (hari Pembalasan): hari di mana masing-masing manusia menerima pembalasan segala amal ibadahnya, yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebu­t juga yaumulqiyaamah, yaumulhisab, yaumuljazaa’ dan sebagainya. Na’budu diambil dari kata ‘ibaadat: kepatuhuan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disem­bah, Karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya. 

Nasta’iin (meminta pertolongan), terambil dari kata isti’aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendi­ri. Ihdina (tunjukanlah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan benar. Yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayat saja, tetapi juga memberi taufik. Yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai dan mere­ka yang sesat ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran islam).

Dalam hal ini saya tidak bermaksud mengatakan thariqah-thariqah itu salah. Saya hanya ingin lebih memperhatikan dan menitik beratkan pada masalah shalat. Sebab shalat merupakaan jalan terbaik dan mudah dibandingkan jalan lain. Hanya saja disayangkan, kita kurang serius dan menyadari bahwa kita sebenar­nya sedang bertemu dengan Allah dalam shalat.

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa merek­a akan kembali kepada-Nya.” (Qs. Al-Baqarah: 45-46). 

Abu Sangkan

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.